Menyusuri Kawagoe, Kota Dengan Nuansa Zaman Edo

Jan 27, 2018


Perjalanan singkat naik kereta dari Tokyo yang ramai dan dipenuhi cahaya terang ke arah barat laut akan membawa Anda ke Kota Koedo Kawagoe, sebuah kota dengan nuansa kota zaman Edo. Kota ini dikenal juga dengan sebutan “Little Edo”. Koedo Kawagoe terkenal dengan gudang-gudang kuno dan rumah-rumah pedagang kurazukuru-nya, membuat pengunjung seolah kembali ke zaman ratusan tahun yang lampau.

Semasa zaman Edo (1603-1868), Kawagoe menjadi makmur sebagai kota perdagangan penting yang memasok barang-barang ke Tokyo. Shogun Tokugawa menempatkan orang-orang kepercayaannya sebagai tuan tanah dari Kastil Kawagoe yang menguasai pemukiman dan menciptakan hubungan kebudayaan antara Kawagoe dan Tokyo.

Tur Jalan Kaki Historis di Kawagoe

Museum Kota Kawagoe menjadi tujuan yang pas untuk memulai tur jalan kaki di Kawagoe karena museum ini memberikan pengantar sejarah dan kebudayaan dari kota tua ini. Yang dipamerkan di museum ini mencakup relik hasil galian dan artefak yang diawetkan, serta model yang menjelaskan proses pembangunan rumah pedagang kurazukuri dan representasi geografis dari bekas kota kastil ini.

Berdekatan dengan Museum Kota Kawagoe terdapat Museum Seni Kota yang menampilkan karya-karya dari para artis yang berasal dari kota ini ataupun yang memiliki hubungan spesial dengan kota ini. Kebanyakan koleksi permanen museum ini adalah karya-karya seni kontemporer, namun ada pameran spesial yang diselenggarakan sepanjang tahun yang dikemas dalam gaya berbeda.

Di seberang jalan terdapat Honmaru Goten, satu-satunya bangunan dari Kastil Kawagoe terdahulu yang selamat. Kastil ini mulanya dibangun pada pertengahan abad ke-15 dan diperebutkan sepanjang abad ke-16 oleh klan Hōjō dan dua cabang klan Uesugi. Ujitsuna Hōjō menguasai Kastil Kawagoe di tahun 1537 dan meskipun klan Uesugi berusaha untuk menguasai daerah tersebut, tapi pada akhirnya mereka gagal. Kawagoe menjadi benteng satelit untuk mempertahankan Kastil Edo dan kastil pusat klan Hōjō di Odawara.

Di akhir abad ke-16, Ieyasu Tokugawa mengambil alih. Sepanjang periode Edo orang-orang kepercayaan dan mereka yang loyal pada Keshogunan Tokugawa tinggal di Kastil Kawagoe. Di tahun 1848 Honmaru Goten ditambahkan menjadi kediaman dan kantor untuk mereka dan nama itu sendiri diterjemahkan sebagai “istana di dalam lingkaran terdalam pertahanan”. Kastil ini direnovasi dan dibuka ke umum tahun 2011 dengan taman-taman luas dan ruangan-ruangan bertatami yang menampilkan kembali bagaimana penampakan kastil itu sebelumnya, yang dilengkapi dengan peraga-peraga tuan tanah feodal dan para pengikutnya.

10 menit jalan kaki dari Honmaru Goten terdapat Kuil Kitain yang merupakan kuil utama dari Sekte Tendai di wilayah Kanto. Di sini terdapat satu-satunya bangunan istana yang tersisa dari Kastil Edo yang direlokasi ke tempat ini oleh Iemitsu Tokugawa di tahun 1638. Sedangkan sisa-sisa kastil habis terbakar saat terjadi Gempa Bumi Besar Kanto di tahun 1923.

Kitain awalnya dibangun sebagai bagian dari sebuah kompleks 3 kuil di tahun 830 Masehi dan kuil ini berkembang di bawah pengaruh biksu Tenkai semasa abad ke-17 ketika dilindungi oleh 3 shogun Tokugawa pertama. Yang menjadi sorotan setiap kunjungan ke kuil ini adalah 540 patung batu Gohyaku Rakan yang terletak di sebuah halaman kecil dan menggambarkan prinsip kedisiplinan Buddha.

Tidak jauh dari Kuil Kitain terdapat Distrik Gudang di mana bisa ditemukan arsitektur yang paling karimastik di kota ini. Jika kebanyakan kota-kota tua di Jepang dibuat secara eksklusif dari kayu, bangunan-bangunan tanah liat karazukuri dan gudang-gudang Kawagoe didesain tahan api. Namun, untuk mendirikan bangunan-bangunan ini dibutuhkan biaya yang relatif mahal dan banyak pedagang mendesainnya secara mewah untuk menunjukkan tingkat kemakmuran mereka yang berkembang.

Saat ini, masih banyak struktur dari zaman Edo ini yang masih tetap ada dan menjadi tempat bagi restoran-restoran jepang dan toko-toko, yang membuat acara menyusuri jalanan di kota ini menjadi pengalaman yang berbeda. Jika Anda ingin melihat gambaran bagaimana tampilan bangunan-bangunan itu dulunya, silakan kunjungi Museum Kurazukuri yang terletak di dalam bangunan yang dulunya digunakan sebagai toko grosir tembakau dan memamerkan mesin tradisional yang pernah digunakan di sana.

Tidak jauh dari jalan utama Kurazukuri terdapat landmark Menara Bel yang dibangun kembali setelah Kebakaran Besar Kawagoe tahun 1893 dan bel menara ini berbunyi empat kali dalam sehari (pukul 06.00, 12.00, 15.00, dan 18.00).

Serta tidak jauh dari sana terdapat Kashiya Yokocho atau “Lorong Permen” yang terkenal dan berderet dengan arsitektur gaya Taisho dan toko-toko yang menjual permen-permen dan cake tradisional Jepang.

Area berkembang setelah Gempa Besar 1923 ketika Tokyo mengalami kekurangan pasokan permen-permen yang membuat toko-toko di Kawagoe berkembangan untuk memenuhi permintaan.

 

Tourist Note JAPAN

https://tourist-note.com/id/20170518140645

スポンサーリンク

Historical Events // Cultureの最新記事

CATEGORY

OUR SERVICE

Popular Articles

Recommended Articles