Enam Ryokan Jepang Paling Otentik yang Sudah Lama Berdiri

Feb 11, 2018


Source : www.tourist-note.com

Satu pengalaman yang tidak boleh dilewatkan oleh wisatawan saat ke Jepang adalah kesempatan tinggal di sebuah penginapan ryokan tradisional. Kombinasi terapi air panas dan keramahtamahan “omotenashi” Jepang,  merupakan cara unik untuk rileks dan menyegarkan tubuh Anda sambil memahami budaya lokal.

 

Ryokan merupakan sebuah tradisi yang usianya sudah berabad-abad di negeri ini, sebagian dioperasikan oleh keluarga yang sama selama beberapa generasi. Jadi apabila Anda mencari pengalaman ryokan tradisional dengan sedikit sejarah terkandung di dalamnya, berikut ini adalah enam penginapan Jepang yang terlama beroperasi:

Honke Bankyu

http://www.bankyu.co.jp/english/

 

749 Yunishikawa,

Nikko-shi,

Prefektur Tochigi

 

Menginap (berikut makan pagi dan malam) mulai 16.667 yen sampai 32.408 yen per orang.

 

Pada abad ke-12 anggota keluarga Dinasti Heike melarikan diri ke pegunungan utara Tokyo setelah dikalahkan oleh Dinasti Genji. Setelah sumber air panas ditemukan di sana pada tahun 1573, keturunan klannya mendirikan Bankyu Ryokan yang kemudian diganti namanya menjadi Honke Bankyu.

 

Setiap kamar nan tenang di Honke Bankyu menghadap ke aliran Sungai Yunishi di mana terdapat pemandian air panas terbuka yang mengandung mineral terapi yang berguna untuk menyegarkan dan merevitalisasi. Hidangan kaiseki tradisional dimasak di atas arang menggunakan bahan-bahan lokal segar, dan Wi-Fi gratis tersedia juga di seluruh propertinya.

 

Pedesaan tradisional Heike dan kuil-kuil Nikko yang tercatat sebagai Warisan Dunia UNESCO bisa ditempuh dalam dengan berkendara dalam waktu singkat, sementara Sungai Ryuokyo dan Kinugawa menawarkan pemandangan alam spektakuler untuk dijelajahi.

Toshimaya

http://www.tosimaya.co.jp/en/

 

Shima Onsen,

Nakanojo-machi,

Agatsuma-gun,

Prefektur Gunma

 

Menginap (berikut makan pagi dan malam) mulai 20.203 yen sampai 48.486 yen untuk dua orang.

 

Berlokasi di sepanjang Sungai Shima yang indah di Prefektur Gunma, ryokan kecil ini bersarang di antara pegunungan spektakuler di sekelilingnya. Ryokan ini memiliki 15 kamar kayu di tepi pemandian air panas dengan kamar mandi luar ruang di mana Anda bisa berendam di tengah suasana alam.

 

Sementara kenyamanan modern seperti televisi, Wi-Fi gratis dan perlengkapan mandi tersedia, pengalaman yang melekat dari penginapan tradisional Jepang adalah keramahan dan relaksasi yang diutamakan.

 

Toshimaya bangga karena menggunakan bahan makanan lokal dan organik untuk dihidangkan ke tamu, termasuk ikan yang ditangkap dari sungai terdekat, serta burung dan bebek. Tanaman liar dan rerumputan dikumpulkan dari pegunungan sekitar, sementara jamur dipetik dari hutan saat musimnya.

 

Selain Onsen Shima, Prefektur Gunma adalah rumah bagi Kazawa Yunomaru Plateau, yang terkenal dengan bunga Azalea Jepangnya yang bermekaran, serta pemandangan menakjubkan di sekeliling Danau Nozoriko.

Chorakuen

http://www.choraku.co.jp/en/

 

Tamatsukuri 323,

Tamayu-cho,

Kota Matsue,

Prefektur Shimane

 

Menginap (berikut makan pagi dan malam) mulai 15.019 yen sampai 42.000 yen per orang.

 

Kembali ke sejarah di tahun 1868, Chorakuen terletak di dalam sebuah taman Jepang seluas 33.000 meter persegi di kawasan Spa dan Pemandian Air Panas Tamatsukuri. Penginapan ini dioperasikan oleh keturunan Yunosuke yang mengelola pemandian air panas selama Periode Edo dan mereka telah menciptakan sebuah ryokan Jepang yang otentik bagi para tamu untuk merasakan sejarah, keindahan alam, dan budaya daerah setempat.

 

Mereka menyediakan kamar dengan tempat tidur bergaya Jepang dan Barat, beberapa di antaranya memiliki kamar mandi terbuka pribadi dan taman, sementara mata air panas disuplai ke semua kamar mandi tamu. Taman yang tenang ditanami pohon dan tanamannya yang selalu berganti, termasuk gazebo dan kolam di mana para tamu dapat bersantai usai berendam di pemandian sambil mengenakan yukata tradisional (kimono santai) dan geta (sandal Jepang). Hidangan kaiseki disajikan, dengan spesialisasi musiman seperti kepiting, ikan kakap putih semu merah muda, kerang air tawar shijimi, dan daging sapi wagyu Shimane.

 

Chorakuen berlokasi tidak jauh Kuil Besar Izumo dan Kastil Matsue di tepi Danau Shinji, serta Tambang Perak Iwami Ginzan Warisan Dunia yang tercatat di UNESCO dan Museum Seni Adachi.

Ougiya

http://www.ougiya.com/pdf/panfu_english.pdf

 

7399 Takeocho Takeo,

Takeo,

Prefektur Saga

 

Menginap (berikut makan pagi dan malam) mulai 16.000 yen.

 

Didirikan pada tahun 1905, Ougiya adalah ryokan kecil yang terletak di kota Takeo Onsen di Pulau Kyushu. Airnya mengandung konsentrasi tinggi sodium bikarbonat dan telah memikat kaum feodal, tentara, dan masyarakat pengrajin sejak abad 16 Periode Azuchi-Momoyama.

 

Ougiya hanya memiliki delapan kamar tamu saja, semuanya privat dan memikat, furnitur dan dekorasi diperhatikan sedemikian rupa hingga detailnya. Beberapa kamar dilengkapi dengan pemandian air panas luar-ruang pribadi, sementara kamar lain bergaya sukiyadidesain seperti sebuah ruangan upacara minum teh ala Jepang.

 

Ada mata air panas pohon cedar Sugi untuk laki-laki dan mata air panas granit Sakura untuk perempuan. Selain itu, ada juga mata air panas pohon cedar Hinoki yang tersedia untuk disewa secara privat. Hidangan multi-course kaiseki disuguhkan dalam privasi kamar Anda sendiri atau dalam ruang makan berlapis mahoni yang didesain untuk grup.

 

Takeo Onsen juga menjadi tempat bagi gerbang Sakuramon ikonik berplitur warna merah dan museum Takeo Onsen Shinkan yang digunakan sebagai rumah mandi umum kota.

Nishimuraya Honkan

http://www.nishimuraya.ne.jp/honkan/english/index.php

 

469 Yushima,

Kinosaki-cho,

Kota Toyooka,

Prefektur Hyogo

 

Menginap (berikut makan pagi dan malam) mulai 34.560 yen sampai 51.840 yen untuk dua orang.

 

Berlokasi di resor mata air panas yang indah dari Kinosaki Onsen di mana pohon dedalu  membatasi jalan-jalan, Nishimuraya Honkan adalah ryokan tradisional yang dibangun di sekitar sejumlah bangunan kayu. Arsitektur gaya Sukiya dimasukkan dalam desain, seperti Hiratakan Annex, yang dirancang oleh ahli arsitek ternama, Masaya Hirata.

 

Pintu geser dengan jendela dari kertas, meja makan chabudai dan lantai tikar tatami menambah keotentikannya, sementara teras kayu menawarkan pemandangan menawan ke arah taman. Bunga sakura menegaskan lanskap di musim semi, sementara daun-daun menambah warna pada pohon di musim gugur dan salju menyelimuti taman dengan warna putih murninya selama bulan-bulan musim dingin.

 

Sebagian besar kamar memiliki bak air panas terbuka dengan suasana menenangkan, sementara terdapat juga kolam air panas dalam ruangan dan sebuah museum kecil di lokasi. Kenyamanan modern termasuk televisi satelit dan lemari es mini ada di tiap kamar, sementara Wi-Fi gratis membuat Anda bisa tetap terhubung selama Anda menginap di sini.

 

Makan pagi dan makan malam sudah termasuk, dengan makan malam multi-coursekaiseki yang menyajikan makanan lokal spesial seperti kepiting Matsuba dan daging sapi Tajima yang disuguhkan dalam privasi kamar Anda.

Juhachiro

http://www.18rou.com/en/

 

10 Minato-machi,

Kota Gifu,

Prefektur Gifu

 

Menginap (berikut makan pagi dan malam) mulai 17.280 yen sampai 27.000 yen per orang.

 

Terletak di tepi Sungai Nagara di bawah Kastil Gifu, Juhachiro telah menjamu tamu dengan keramahan tradisional “Omotenashi” Jepang selama 150 tahun terakhir. Awalnya penginapan ini bernama Yamamotoya, lalu pemilik ryokan mengubah namanya untuk menghormati sebuah esai yang berjudul “Juhachiro” karya komposer Haiku terkenal Matsuo Basho, yang memuji keindahan pemandangan daerah setempat.

 

Kamar bergaya tatami dengan futon dikombinasikan dengan dua rumah pemandian air panas (satu untuk laki-laki dan satu untuk perempuan), serta sebuah perpustakaan kecil untuk bersantai. Makan malam artistik disajikan di penginapan ini, begitu juga makan pagi prasmanan yang dilengkapi dengan teh gratis dan camilan sore.

 

It’s the service that really sets Juhachiro apart, having been awarded the “Great Service Ryokan and Hotel Prize”by one of Japan’s largest travel companies, JTB. For something extra special, combine your visit with the annual Ukai cormorant fishing festival which showcases this centuries-old fishing method.

Layanan Juhachirolah yang membedakannya dari yang lain dan Junichiro telah mendapatkan penghargaan “Great Service Ryokan and Hotel Prize” dari  salah satu perusahaan perjalanan wisata terbesar di Jepang, JTB. Jika ingin sesuatu yang ekstra spesial, gabungkan kunjungan Anda dengan festival memancing Ukai tahunan yang menampilkan metode memancing dengan menggunakan burung cormorant di mana metode ini sudah berusia berabad-abad.

 

 

Tourist Note JAPAN

https://tourist-note.com/id/food_restaurant/20170223113309

スポンサーリンク

Travel // Entertainmentの最新記事

Popular Post

Recommended Articles