Sensasi Bisbol SMA Jepang dan Turnamen Koshien

Feb 7, 2018


Tidak terbantahkan lagi bisbol merupakan olahraga populer di Jepang dengan liga Nippon Professional Baseball sebagai yang terbaik dan pemenang dua sirkuitnya berkompetisi di Japan Championship Series yang merupakan acara tahunan. Akan tetapi, banyak wisatawan tidak tahu kalau bisbol tingkat SMA di Jepang juga memiliki semangat yang sama (bahkan kadang kala melebihi).

Barangkali permainan energik dari anak-anak muda berkemampuan tinggi ini atau antusiasme yang terpancar dari mereka dengan keinginan untuk menanglah yang tidak selalu terlihat dalam liga profesional. Namun, orang Jepang datang dari berbagai tempat yang dekat maupun jauh untuk menonton pertadingan mereka dan semangat mereka menular!

Sejarah kompetisi bisbol nasional tingkat SMA di Jepang dapat ditarik kembali ke tahun 1915 dan sebelum Perang Dunia II di mana tim dari Taiwan, Korea, dan Manchuria juga ikut bertanding sebagai bagian dari Kekaisaran Jepang. Namun, tidak pernah ada yang berhasil mencapai tingkat championship karena tim lokal Jepang selalu memenangi pertandingan.

Walaupun ada banyak pertandingan amatir bisbol SMA yang digelar sepanjang tahun di seluruh Jepang, namun ada satu acara yang tidak boleh dilewatkan.

Koshien – Piala Suci Bisbol SMA Jepang

Acara terbesar dalam kalender tahunan bisbol SMA Jepang adalah Kosien Musim Panas (夏の甲子園 natsu no kōshien). Acara ini diselenggarakan oleh Federasi Bisbol SMA Jepang bekerja sama dengan surat kabar nasional Asahi Shimbun dan merupakan acara olahraga amatir terbesar di Jepang. Acara berlangsung saat libur sekolah musim panas dengan turnamen final yang berlangsung dua minggu yang diselenggarakan di Stadion Hanshin Koshien di Kota Nishinomiya, Prefektur Hyogo. Turnamen Koshien kedua berlangsung di musim semi dan diselenggarakan juga oleh Federasi Bisbol SMA Jepang, namun kali ini bekerja sama dengan surat kabar Mainichi Shimbun. Bagi tim bisbol SMA memenangi kejuaraan Koshien Musim Panas dan Koshien Musim Semi di tahun yang sama hal yang jarang terjadi (namun paling berharga).

Turnamen diikuti oleh 49 SMA yang merupakana juara daerah di prefektur masing-masing dengan dua tim dari Hokkkaido dan Tokyo. Di putaran pertama turnamen, 34 tim bertemu dan 15 tim sisanya bermain di putaran kedua. Ada 4 pertandingan yang berlangsung setiap hari hingga perempat final dan tim yang berhasil menang akan bertanding di semi final dan grand final.

Koshien dapat dibandingkan dengan turnamen bisbol perguruan tinggi NCAA “March Madness” di Amerika Serikat yang membuat para penggemar mengalihkan perhatian mereka dari liga profesional kepada para calon bintang. DI Jepang, babak penyisihan disiarkan di televisi lokal dan pertandingan final di Koshien disiarkan secara nasional oleh NHK.

Para pelajar pecinta bisbol dan orang tua yang setia melakukan perjalanan jauh dari seluruh Jepang untuk ikut dalam perayaan yang hingar bingar ini, sementara para perekrut liga profesional memasang mata untuk melihat potensi-potensi calon bintang. Media menyoroti pemain yang menonjol dan menampilkan kisah latar belakang mereka dan mendiskusikan masa depan karir bisbol profesional mereka serta membuat mereka mendapatkan status selebriti di seluruh negeri.

Sensasi ini menambah kegembiraan yang meliputi turnamen, bukan hanya pada permainan yang mendebarkan, tapi juga antusiasme yang ditampilkan. Para pemain kerap terlihat menangis saat tereliminasi dari turnamen, dan ada tradisi di mana mereka mengambil tanah stadion sebagai suvenir sekaligus motivasi untuk kembali.

Berkompetisi di turnamen Koshien dianggap sebagai batu loncatan menuju karir bisbol profesional, dengan nama-nama seperti Yu Darvish dari Texas Rangers, Masahiro Tanaka dari New York Yankees dan Hideki Matsui yang berbakat dan sangat tangkas meraih kepopuleran mereka dengan bermula dari sini.

 

Tourist Note JAPAN

https://tourist-note.com/id/20170410125000

スポンサーリンク

Sports // Entertainmentの最新記事

CATEGORY

OUR SERVICE

Popular Articles

Recommended Articles