Syukur dan Hormat: 5 Tradisi Besar di Jepang

Sep 6, 2017


Selamat Datang di Jepang! Bila Anda tinggal atau belajar di Jepang, Anda mungkin akan terkejut dengan kebiasaan tertentu orang Jepang. Ada sejumlah perbedaan antara tradisi di Jepang dan di negara asal Anda. Karena itu, jika Anda tidak tahu kebiasaan Jepang, Anda mungkin tidak hanya terkejut dengan hal itu, tapi juga tertangkap basah salah. Berikut adalah beberapa kebiasaan utama yang harus Anda ketahui saat Anda datang ke Jepang.

<1> “Itadakimasu” / “Gochisousama”

 

itadakimasu

Umumnya orang Jepang mengatakan “Itadakimasu” dengan tangan terlipat sebelum mereka makan makanan. Selanjutnya, mereka mengatakan “Gochisousama” dengan melipat tangan mereka setelah mereka makan makanan. Saya pikir ini adalah budaya Jepang yang spesifik dan beberapa orang asing merasa ini agak aneh. Jadi, mengapa orang Jepang bersikap seperti itu sebelum dan sesudah makan? Alasan untuk ini tidak lain hanyalah ungkapan terima kasih. Orang Jepang bersyukur atas masakan dan ramuannya karena makanan yang kita makan setiap hari ini dimungkinkan dengan mengorbankan waktu dan usaha dari koki, serta pengorbanan yang dilakukan oleh hewan atau tumbuhan yang masuk ke makanan kita. Kita harus mengungkapkan rasa syukur kita atas hidup mereka.

gochisousama

 

<2> Bowing

bow

Kami memiliki kebiasaan lain untuk mengungkapkan rasa syukur kepada seseorang, yaitu membungkuk. Ini sangat umum dan Anda pasti pernah menyaksikannya secara langsung. Banyak orang Jepang sering membungkuk pada seseorang, dan Anda bisa melihat orang membungkuk di mana-mana di Jepang. Misalnya, kita membungkuk saat bertukar kartu nama satu sama lain pada pertemuan pertama. Anda bisa melihat SPG toko di depan pelanggan di pusat perbelanjaan melakukannya. Membungkuk ini adalah ekspresi rasa syukur kepada seseorang. Selanjutnya, membungkuk juga memiliki arti yang berbeda. Membungkuk bisa juga dilakukan saat Anda ingin meminta maaf kepada seseorang. Maka dari itu, Anda bisa melihat orang membungkuk dalam berbagai situasi di Jepang.

 

<3> Membuat respon cepat (Aizuchi)

 

aizuchi

Negara Anda juga mungkin memiliki kebiasaan ini, tapi saya pikir ada sedikit perbedaan nuansa di Jepang. Membuat respon cepat disebut “Aizuchi” dalam bahasa Jepang. Dalam bahasa Inggris Anda bisa mengatakan “Uh-huh”, “I see”, “So am I”, dll. selama percakapan. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa pendengar Jepang menyela dengan “Aizuchi” dua sampai tiga kali lebih sering seperti yang dilakukan oleh penutur bahasa Inggris. Selanjutnya, Aizuchi Jepang bukan hanya ungkapan lisan seperti “Uh-huh” dan “I see”, tapi juga ungkapan seperti mengangguk. Di Jepang, “Aizuchi” mengungkapkan kesepakatan dan menunjukkan bahwa Anda sedang mendengarkan seseorang dengan saksama.

<4> Naik eskalator

 

escalator

eskalator

Anda bisa naik eskalator di banyak tempat di Jepang seperti pusat perbelanjaan, gedung perkantoran dan stasiun kereta. Anda biasanya diperbolehkan berjalan di eskalator, dan biasanya kita membuka satu sisi untuk orang-orang yang sedang terburu-buru. Di wilayah timur seperti Tokyo, sisi terbuka untuk pejalan kaki pada umumnya di sebelah kanan, tapi beralih ke kiri di wilayah Kansai, misalnya. Transportasi Jepang sangat berkembang dan banyak orang menggunakan kereta api untuk pergi ke kantor mereka di Tokyo. Stasiun kereta api sangat padat pada jam sibuk setiap hari. Harap berhati-hati untuk mematuhi peraturan ini terutama di stasiun kereta.

<5> Pemisahan sampah

sign

Saat Anda membuang sampah di Jepang, ada peraturan ketat. Aturan ini tergantung pada daerah atau pemerintah lokal. Secara umum Anda perlu memisahkan sampah Anda menjadi barang yang dapat terbakar, tidak terbakar dan dapat didaur ulang. Harap dicatat bahwa hari dalam seminggu dimana Anda dapat membuang sampah tersebut telah ditentukan oleh pemerintah daerah Anda. Anda harus memeriksa jadwal sebelum membuang sampah!

Menghormati kebiasaan yang disebutkan di atas akan menerjemahkan ungkapan rasa hormat dan rasa syukur kepada orang lain di masyarakat, dan banyak kebiasaan Jepang sebenarnya berasal dari keinginan untuk menunjukkan rasa hormat dan rasa syukur kepada orang lain. Penting bagi orang asing untuk memahami praktik ini saat berada di Jepang. Kebiasaan ini hanya beberapa contoh di antara banyak. Anda mungkin mengalami beberapa masalah dan terkejut dengan berapa banyak kebiasaan Jepang yang tampaknya tidak perlu saat Anda tinggal di Jepang. Meski begitu, saya harap Anda menikmati masa tinggal Anda di Jepang dengan pemahaman tentang budaya ini. Selamat tinggal di Jepang dan nikmati waktu Anda!!

Thomas

 

 

スポンサーリンク

LEAVE A COMMENT

Your personal information will only be used for inquiry response.

SPECIAL

CATEGORY

OUR EVENT

OUR SERVICE

PICK UP

Popular Articles

Recommended Articles